Mobile Lab Bio Safety untuk uji covid19

Di badai pandemi COVID-19, Badan Evaluasi Teknis (BPPT) dan Satuan Tugas Inovasi Penelitian dan Pengembangan (TFRIC-19) untuk menangani COVID-19 adalah tentang memungkinkan inovasi, Lab Tingkat Keamanan Hayati Seluler 2. (BSL-2).

Laboratorium Mobile Bio Safety Level 2 (BSL-2) mengklaim kapasitas uji SWAB sekitar 120 sampel per 12 jam dan dilengkapi dengan dua ruang swab. Oleh karena itu, sampel COVID-19 dapat segera dianalisis tanpa perlu mengirim sampel ke pusat atau kota besar.

mobile biosafety

Mobile Lab Biosafety Level 2 (BSL-2) akan didistribusikan ke wilayah-wilayah di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pengujian COVID-19. Dalam hal ini, Yayasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Bank Negara Indonesia (BNI) bekerja sama untuk mendistribusikan ke satu wilayah Indonesia, Palembang, Sumatera Selatan.

“Mobile Lab Biosafety Level 2 perlu segera didistribusikan ke wilayah Indonesia. Untuk saat ini Yayasan BUMN yang disponsori BNI akan mengirimkan jalur darat ke Palembang besok Senin. Nah hari ini Mobile Lab Serahkan. Biosafety Level 2 itu simbolis , ”kata Harujawan Ballaningras, Ketua Yayasan BUMN.

Mobile Laboratory Bio Safety Level 2 akan dioperasikan di RS Pertamina Plaju Palembang melalui PT Pertamina Bina Medika-IHC (Pertamedika-IHC).

“Memberikan keamanan mobile lab Level 2 ke RS Pertamina Praju tidak diragukan lagi penuh tantangan dengan resiko kerusakan di darat, yang menjadi kendala untuk membantu daerah dalam kebutuhan mendesak kita. Tidak, mohon doanya agar pengiriman besok lancar dan tidak ada masalah. Harjawan melanjutkan.

Apa itu mobile lab bio safety?

Mobile Lab BSL-2 adalah produk yang dibuat oleh Satgas Riset dan Inovasi untuk menangani Badan Evaluasi dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan COVID-19 (TFRIC-19). Saat ini, sebuah laboratorium keliling beroperasi untuk menjalankan serangkaian tes swab di Rumah Sakit Ridwan Meuraksa di Jakarta.

Kepala BPPT Hammam Lisa mengatakan Mobile Lab BSL-2 mampu menguji sekitar 120 sampel per 12 jam, tergantung jenis sistem dan reagen yang digunakan. “Karena Mobile Lab BSL-2 juga dilengkapi dengan dua ruang swab, diharapkan BSL-2 Mobile Lab ini mampu meningkatkan kapasitas pengujian sampel COVID-19 di wilayah Jakarta,” kata Hammam. Saya kutip dari situs resmi Badan Penanggulangan Bencana (BNPB). , Selasa (16 Juni 2020).

Mobile Lab BSL-2 dibuat dalam waktu yang relatif singkat. Design hanya membutuhkan waktu 10 hari dan proses pembuatan dengan partner adalah 19 hari. Lab ini dibangun dengan 20 unit kapal suplai dan didesain untuk dua ruangan yaitu ruang tunggu dan ruang utama dengan sistem tekanan negatif dan interlock. Kedua, kami juga memiliki lemari biosafety, autoclave, fasilitas PCR, dan peralatan pendukung lainnya untuk membantu lab BSL-2 ini memenuhi persyaratan Biosafety Level 2 Plus (BSL 2 Enhance).

Selain itu, BSL-2 Mobile Lab juga dilengkapi dengan aplikasi monitoring COVID (PC-19) untuk kemudahan tes swab dan registrasi online serta jadwal waktu dan urutan tes swab. “Untuk mendukung keutuhan data dan proses pelaporan hasil, BSL-2 Mobile Lab juga dilengkapi aplikasi SIM BSL-2,” ujarnya.

Pengembangan BSL-2 Mobile Lab sangat penting untuk meningkatkan kemampuan uji COVID-19. Dengan fasilitas ini, sampel COVID-19 dapat segera dianalisis tanpa harus dikirim ke pusat atau kota besar. “Banyak daerah yang menjadi lokasi episentrum COVID-19 sebenarnya berada di daerah dan jauh dari ibu kota daerah,” kata Banban Brojonegoro, Menteri Penelitian dan Pengembangan / Badan Penelitian dan Pengembangan Nasional.

Sementara itu, Doni Monardo selaku ketua satgas percepatan penanganan COVID-19 sangat mengapresiasi upaya BPPT dalam mendukung penanganan COVID-19. Ia meminta agar bisa melanjutkan apa yang dilakukan BPPT terkait dengan perkembangan teknologi. Tidak hanya di bidang teknologi kesehatan, tapi juga di bidang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *